Pilwakot 2010 News
SEMARANG. -Sejak ditetapkan sebagai pasangan calon walikota semarang 2010, sudah menjadi rahasia umum jika kelima para calon ini, sampai hari ini, sudah sangat sibuk turun ke lapangan, bertemu dengan masyarakat, menggalang dukungan kekuatan suara, meski kampanye sendiri, belum resmi dimulai. Berbagai bentuk sosialisasi, rajin dilakukan kelima calon, tampil didepan publik
Semarang.- Seluruh lembaga penyiaran yang ada di kota semarang, diwajibkan untuk membantu terlaksananya pelaksanaan Pemilihan walikota dan wakil walikota atau Pilwalkot Semarang, dan tidak cenderung berpihak ke salah satu kandidat. Anggota Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI Pusat, Mohammad Riyanto, di Semarang hari ini mengatakan, seperti sudah ditetapkan dalam pedoman perilaku
Semarang.-28 hari menuju moment penting 18 April 2010, Pilwalkot Semarang, berbagai atribut partai politik memasang wajah – wajah balon walikota dan wakil walikota semarang, bukannya semakin berkurang, malah semakin menjadi – jadi, terpampang dimana – mana. Semua slogan yang terpampang, tentu saja terdengar indah dan sangat menjanjikan. Kondisi ini jelas
SEMARANG. Sama – sama sebagai pihak penyelenggara pemilihan umum, suara dalam menyikapi masalah majunya calon perseorangan yang tengah berpolemik di tingkat kota semarang, bisa jadi tak sama, sesuai dengan pandangannya masing – masing. Ketika KPU Kota Semarang, sudah melakukan penolakan untuk menerima berkas persyaratan, laju empat para bakal calon perseorangan
Pihak pasangan Balon perseorangan Walikota Semarang Sri Sumari – Nanda Riko dan Kuasa hukumnya mendatangi Polwiltabes pada Sabtu [13/3/2010], mereka melaporkan KPU kota Semarang karena penolakan berkas dukungan oleh KPU. Selain itu kuasa hukum pasangan ini, Ali Purnomo menandaskan bahwa KPU telah bertindak inkonsistensi terhadap kebijakan dan melakukan perbuatan tidak
SEMARANG,-Protes calon perseorangan bakal calon walikota semarang 2010, boleh saja berlanjut ke tahapan yang lebih serius masuk ke ranah hukum. Meski demikian/ sikap KPU Kota Semarang, sampai hari ini tetap saja bersikukuh kepada keputusan awal, menolak untuk meloloskan para bakal calon perseorangan ini masuk dalam ajang Pilwalkot Semarang 2010. Ketua
SEMARANG.-Tak puas hanya mendapatkan dukungan keputusan Panwas Pemilu Kota Semarang/ sejumlah calon perseorangan Pilwalkot Semarang 2010, siang tadi, kembali menagih janji. Kali ini, bedanya, mereka mendatangi kantor KPU Provinsi Jawa Tengah, untuk terus menindaklanjuti gagalnya langkah mereka maju sebagai calon pasang walikota dan wakil walikota semarang. Masih mengusung isu pelanggaran
Mur Aris Sutoto-Helvis calon pasangan Walikota-wakil walikota yang digandeng oleh aliansi 22 Papol, gagal memenuhi syarat dukungan untuk maju di Pilkada Kota Semarang karena hanya mengantongi 7,897 persen suara. Ketua KPU Kota Semarang, Hakim Junaedi, di Semarang, Sabtu, (6/3/2010). Ia menjelaskan, enam di antara 22 parpol yang sebelumnya menandatangani dukungan
Seorang bakal calon yang mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang untuk ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Semarang 2010 hingga saat ini belum menyerahkan ijazah. “Ada seorang bakal calon yang ijazahnya hilang. Sebelas di antara 12 bakal calon telah menyerahkan ijazah ke KPU,” kata Divisi Hukum, Pengawasan, Kampanye,
Pasangan calon walikota – wakil Walikota Semarang Hj Harini Krisniati-Ari Purbono mendapat restu dari para pejuang veteran kemerdekaan. Harini-Ari diterima oleh Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) H Haryono, Ketua Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) Sutarto, Ketua Veteran H Suhartono, Ketua Pertempuran Lima Hari Semarang Sudiyono, dan HM Untung Suwardi selaku