International News
ASHDOD- Paling tidak 19 orang, termasuk seorang warga Indonesia, tewas saat pasukan Angkatan Laut Israel menyerang kapal bantuan kemanusiaan tujuan Jalur Gaza, Palestina, di perairan internasional, kemarin. Sebanyak 36 relawan lainnya luka-luka, termasuk tiga WNI. Adapun delapan relawan lain asal Indonesia yang berada di kapal Mavi Marmara, salah satu dari
Gaza. Pejabat tertinggi bantuan PBB di Jalur Gaza mengatakan puluhan orang bersenjata yang mengenakan penutup wajah, menyerang sebuah perkemahan musim panas PBB yang dibangun untuk anak-anak Palestina. John Ging mengatakan para pelaku menyerang seorang penjaga, membakar tenda-tenda dan merusak kamar-kamar mandi pada hari Minggu di sebuah perkemahan dekat pantai Gaza.
Thailand. -Pemerintah Thailand mengatakan tidak akan mengadakan perundingan dengan para pemimpin Kaos Merah guna mengakhiri kekerasan yang sudah berlangsung beberapa hari sampai demonstran meninggalkan markas mereka di pusat kota Bangkok. Seorang menteri kabinet Thailand, Satit Wongnongtoey, menyampaikan pesan tersebut lewat siaran televisi nasional. Tentara Thailand mulai mengepung markas Kaos Merah hari Kamis lalu untuk mencegah masuknya persediaan makanan mereka dan memaksa mereka keluar. Sejak itu kekerasan yang meningkat telah menewaskan 37 orang tetapi keadaan sedikit tenang hari Selasa. Para demonstran itu umumnya mendukung bekas perdana menteri Thaksin Shinawatra dan menginginkan pemerintah yang sekarang mundur dan diadakannya pemilu baru. (Voa/Adm)
BANGKOK – Kematian penasihat militer ”Kaus Merah” Mayor Jenderal Khattiya Sawasdipol yang tewas terkena peluru di bagian kepala justru meneguhkan tekad demonstran antipemerintah untuk terus melawan pemerintahan Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva. Jenderal yang di anggap pembangkang oleh pemerintah Thailand yang dijuluki Seh Daeng (artinya ”panglima” dalam bahasa Thailand) oleh demonstran ”Kaus Merah”. Para demonstran mengabaikan seruan aparat keamanan untuk meninggalkan lokasi unjuk rasa. Mereka bertekad berjuang sampai titik darah penghabisan. Sekitar 5.000 pengunjuk rasa bertahan di kawasan bisnis Bangkok, ibu kota Thailand, yang telah mereka kuasai beberapa pekan terakhir. (Adm)
Thailand. Pemerintah Thailand menetapkan batas waktu hari Senin tengah hari bagi semua perempuan, anak-anak dan orang tua serta demonstran lainnya untuk meninggalkan perkemahan mereka di pusat komersial Bangkok. Kata jurubicara tentara hari Minggu, pasukan keamanan akan mengizinkan organisasi-organisasi yang netral, seperti Palang Merah untuk masuk ke kawasan itu dan membujuk
Miranshah, Pakistan – Di wilayah Waziristan, Pakistan Utara, perbatasan Afghanistan Ahad, pesawat tak berawak Amerika Serikat menembakkan dua peluru kendali. Tembakan itu menewaskan sedikitnya sepuluh gerilyawan. Ini adalah serangan rudal pesawat tak berawak kedua terhadap gerilyawan di Pakistan barat laut, sejak peristiwa bom mobil yang gagal di Time Square, New
Dhaka – Menjelang rapat umum yang dihadiri oleh mantan perdana menteri Begum Khaleda Zia, seorang aktivis oposisi Bangladesh tewas dan lebih dari 100 orang terluka, dalam bentrokan dengan pendukung partai yang berkuasa, pada rabu, 5 Mei kemarin. Menurut polisi dan beberapa saksi mata, sedikitnya 20 rumah dibakar dan 60 kendaraan
London, – Akibat tingkat berbahaya debu gunung berapi yang berasal dari Islandia, Selasa, Dinas Penerbangan Sipil Inggris, menyatakan wilayah udara Skotlandia dan Irlandia Utara harus ditutup pada hari Rabu, pukul 07:00 waktu setempat. Dinas penerbangan tersebut tak menyebutkan perkiraan waktu mengenai kapan layanan udara Skotlandia dan Irlandia Utara mungkin dibuka
SYDNEY – Satu balon raksasa ilmiah NASA jatuh tak lama setelah lepas landas di Australia, Kamis kemarin, sehingga merusak muatannya yang bernilai jutaan dolar AS. Kecelakaan dramatis tersebut dikarenakan bagian bawah balon lepas dari tambatannya, menghantam pagar dan menggulingkan satu mobil truk besar sebelum menghantam bumi. Balon tersebut, besarnya seukuran
JENEWA – Badan pengungsi PBB mengatakan, setelah perang saudara di Sri Lanka utara, dari 280.000 warga Tamil yang terlantar lebih dari 200.000 warga Tamil meninggalkan kamp-kamp mereka sejak Agustus tahun lalu. Mereka pulang ke kampung halaman mereka atau tinggal dengan keluarga atau teman di Vavuniyam, Mannar, Jaffna dan distrik-distrik lainnya.