BOYOLALI – Akhirnya setelah diteliti, Penyebab kelumpuhan yang diderita puluhan warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, kini terjawab. Para penderita kelumpuhan yang notabene masih satu kerabat akhirnya didiagnosa terserang virus ataxia friedreich. “Penyakit tersebut sangat langka, setidaknya dialami 1 dari 50 ribu orang,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, dokter Yulianto Prabowo, Kamis (31/3). Menurutnya, dianogsa awal mereka menderita hereditary spastic tetraplegia atau penyakit keturunan lumpuh kaku.
Namun, setelah didalami lebih spesifik, ternyata mereka menderita ataxia friedreich yang sangat langka. “Itu adalah sejenis penyakit langka yang diwariskan, dan menyebabkan kerusakan sistem syaraf dan otot. Dan biasanya diawali dengan ada persendian yang ngilu dan sakit. Ataxia merupakan penyakit yang menyebabkan gangguan koordinasi otot yang terus memburuk,” tuturnya. Lebih lanjut dokter Yuli menjelaskan, penyakit ini juga menyebabkan sumsum tulang belakang dan syaraf tepi terus merosot dan menjadi lebih tipis. Penderita menderita kelumpuhan secara permanen dan mengalami kesulitan bicara.
Penyakit ini bersifat resesif atau keturunan dan sangat jarang. Bisa memengaruhi sekitar 1:50.000 orang dan bisa diderita baik oleh anak laki-laki maupun perempuan. “Karena itulah, kami mengingatkan agar dihindari perkawinan antar kerabat agar gen resesif tidak muncul,” tegasnya. Bahan Penelitian Ditanya tentang nasib warga penderita lumpuh, pihaknya sudah berkoordinasi dengan RS Dr Moewardi, Solo.
Sebagai rumah sakit pendidikan, RS Dr Moewardi siap melakukan penelitian terhadap para penderita. Hal itu seiring dengan dukungan keluarga penderita yang siap dijadikan bahan penelitian. Namun sebelumnya, mereka akan diperiksa terlebih dahulu ke RSU Pandanarang, Boyolali. (admin)
