JAKARTA - Ternyata, demonstrasi, tidak hanya terjadi di negara berkembang. Negara maju pun ternyata juga ikut merasakannya. Seperti yang terjadi di London, Sabtu (26/3/2011) waktu setempat. Terdapat ratusan orang – orang bertopeng yang terlibat aksi bentrok dengan polisi. Mereka menyerang dan menghancurkan toko-toko serta menduduki sebuah toko terkemuka di London.
Kerusuhan itu terjadi menyusul demonstrasi damai sebelumnya, yang telah melibatkan sekitar 300.000 orang guna menentang rencana pemotongan anggaran belanja publik secara besar-besaran. Sehiingga sekitar 4.500 polisi dikerahkan gunamengendalikan kekerasan di kawasan pusat perbelanjaan di London itu.
Unjuk rasa ini digalang oleh gabungan beberapa serikat buruh, bahkan pemimpin Partai Buruh, Ed Miliband, juga orasi di tengah demonstran. Untuk menentang rencana kebijakan itu digagas pemerintah hasil koalisi kubu Partai Konservatif dan Demokrat Liberal.
Demonstrasi yang berujung kegegeran di London kali ini, disinyalir merupakan aksi terbesar sejak demonstrasi besar – besaran menentang Perang Irak pada tahun 2003. (admin)
