TRIPOLI- Sejumlah pesawat tempur dan rudal jelajah menggempur sasaran-sasaran militer Muammar Gaddafi, kemarin ini karena Pasukan koalisi Eropa dan AS yang bertindak di Libya. Kejadian ini merupakan Intervensi terbesar yang dilakukan bangsa Barat terhadap dunia Arab, sejak invasi Irak 2003. Media pemerintah Libya menyatakan, sejauh ini 48 orang tewas dan 150 lainnya terluka akibat serangan udara tersebut. Tak hanya itu, tapi kini juga dikabarkan adanya gelombang gempuran baru terhadap Tripoli, namun belum ada konfirmasi pasti.
CBS News kemarin melaporkan tiga pesawa
t bomber B-2 milik AS telah menjatuhkan 40 bom di sebuah pangkalan udara utama di Libya. Juru bicara Pentagon menyatakan, dia belum mendapatkan informasi mengenai pemboman tersebut. Jet-jet tempur Prancis mempelopori aksi militer, Sabtu (19/3), untuk mendesak pasukan Gaddafi menghentikan serangan terhadap warga sipil. Sekutu berhasil menghancurkan sejumlah tank dan kendaraan lapis baja pemerintah Libya di dekat kubu para pejuang di Benghazi. Gaddafi mengecam dan menyebut serangan itu sebagai agresi kolonial. Dia mengancam akan melancarkan serangan balas secara besar-besaran dan bertempur sampai titik darah penghabisan. ”Kini kami merasa perlu mengerahkan seluruh massa dengan segala jenis senjata untuk mempertahankan kemerdekaan, persatuan, dan kehormatan Libya,” ucapnya, yang disiarkan melalui pesan suara secara langsung. Sementara itu, ribuan pendukung rezim merapat di kamp militer Bab al-Aziziya di Tripoli untuk berlindung. Ledakan-ledakan keras itu telah menghanta kota bagian pesisir. dan meluluhlantahkan Tripoli.
