Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Jawa Tengah kembali menggelar penelitian terhadap makanan ringan yang dijajakan di sekolah, dalam sebulan terakhir
BPOM Jawa Tengah masih menemukan adanya kandungan zat berbahaya dalam makanan yang banyak dikonsumsi anak-anak itu. meski hasilnya sudah mengalami penurunan. Rata-rata zat berbahaya itu mengandung pengawet mayat (formalin) dan pewarna kain (rodhamin b).
Kepala BPOM Jawa Tengah Supriyanto Utomo menjelaskan, sebenarnya pihaknya mengambil sample lebih dari 200 jenis makanan ringan yang biasa beredar di antara anak-anak.
Dari ratusan jenis tersebut, BPOM baru menyelesaikan penelitian terhadap sekitar 80-an jenis. Ternyata dari 80-an jenis ini, sudah ditemukan tiga jenis makanan kecil yang mengandung zat berbahaya.
Kepala Badan POM Jateng Supriyanto Utomo, mengaku menghadapi dilema menghadapi persoalan tersebut. Sebab meskipun beredar dalam lingkup kecil dan volume produksi juga kecil, tetap makanan tersebut berbahaya.
Sejauh ini tidak ada sanksi bagi penjual jajanan karena kebanyakan mereka hanyalan penjual makanan keliling di sekolah. Makanan yang mengandung zat berbahaya ini masih didominasi jenis bakso, tempura, dan jenis gorengan lain.(admin)
