Tripoli. Kenekatan pasukan Gaddafi menghadapi pemberontakan yang meluas dan kemampuan mereka untuk menyerang balik bakal meningkatkan kekhawatiran bahwa Libia tengah menuju perang saudara yang berlarut-larut bukannya revolusi cepat seperti yang terjadi di Tunisia dan Mesir.
Tentara Gaddafi, yang didukung tank, artileri, pesawat tempur, dan helikopter menyerang Kota Zawiyah dan Misrata, di bagian barat dan timur Tripoli, dan posisi-posisi di dekat kota pelabuhan minyak Ras Lanuf, sekitar 660 kilometer sebelah timur ibu kota negara itu.
Juru bicara pemerintah mengatakan pasukan Gaddafi memperoleh beberapa kemenangan, namun saat terjadi pertempuran sengit, banyak kota masih dikuasai pemberontak, kata saksi mata dan wartawan Reuters di lokasi pertempuran.
Meski begitu, loyalis Gaddafi bersorak-sorai atas berita itu dan turun ke jalan-jalan sambil melepaskan tembakan senjata otomatis ke udara kemarin siang. ‘’Ini perayaan lantaran pasukan pemerintah berhasil menguasai seluruh wilayah menuju Benghazi dan tengah dalam proses menguasai kota itu,’’ kata juru bicara Mussa Ibrahim, mengacu pada kota terbesar kedua Libia.
Namun perayaan itu tampaknya terlalu dini saat Benghazi masih dikuasai pemberontak, dan kelompok itu di Zawiyah dan Misrata menyatakan telah berhasil memukul mundur serangan dan kini tengah bertempur untuk merebut kembali Kota Bin Jawad, di sebelah barat Ras Lanuf.
Namun pemberontak mengelompok lagi dan kembali maju ke pinggiran Ben Jawad, kota kecil berdebu yang terletak antara jalan raya dan Laut Tengah, sekitar 160 kilometer sebelah timur kota kelahiran Gaddafi, Sirke.(Sm/Admin)
