BENGHAZI-Ribuan warga merayakan pembebasan Kota Benghazi di Libia timur dari cengkeraman kekuasaan Muammar Gaddafi, Rabu kemarin. Namun, hingga kemarin, Ibu Kota Tripoli dan beberapa daerah di wilayah barat masih berada di bawah kendali Gaddafi.
Padahal sebelumnya, Gaddafi memerintahkan Angkatan Udara (AU) Libia untuk melakukan pengeboman terhadap Benghazi. Misi pemboman gagal karena para pilot menolak melaksanakan perintah. Sebuah pesawat AU Libia jatuh setelah pilotnya melontar dari pesawat karena menolak melaksanakan misi pemboman di kota itu.
Hal tersebut diungkapkan oleh sebuah sumber militer seperti dikutip situs berita Quryna, kemarin. Sumber militer berpangkat kolonel di pangkalan udara dekat Benghazi itu menuturkan, Kapten Attia Abdel Salem al-Abdali dan kopilot Ali Omar Gaddafi melontar dari pesawat Sukhoi-22 buatan Rusia dan terjun dengan menggunakan parasut.
Pesawat yang tinggal landas dari Tripoli tersebut jatuh di dekat Ajdabiya,
Sebagian besar wilayah timur Libia, termasuk Benghazi, lepas dari kendali pusat sejak terjadinya pergolakan menentang pekempimpinan Muammar Gaddafi pekan lalu.
Dalam pidato selama 75 menit yang disiarkan televisi Selasa malam lalu, Gaddafi mengancam akan menyapu bersih kelompok-kelompok yang menentang pemerintahannya bila aksi protes tidak segera dihentikan.(Sm/Admin)
