Kairo, Pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta bahwa kadernya membantu revolusi Mesir saat ini menimbulkan kegusaran mahasiswa Indonesia di negeri berjuluk Seribu Menara itu.
“Banyak mahasiswa diinterogasi, dipukuli dan sebagian ditahan oleh pihak keamanan Mesir akibat dampak dari pernyataan PKS itu,” tutur Aulia, yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Minang (KMM) Mesir itu.
Ketua Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (PPMI) Mesir, Falahuddin Nursalim, dan semua mahasiswa yang ditemui di Konsulat RI di Distrik Nasr City tempat pendaftaran evakuasi warga negara Indonesia (WNI) ke Indonesia pada Senin menyatakan gusar atas pernyataan Anis itu.
Ketua PPMI mengatakan ia telah menelepon Sekjen PKS untuk menyampaikan kegusaran mahasiswa atas pernyataannya.
Para mahasiswa semakin gusar karena pernyataan PKS itu disiarkan pula oleh Radio Nasional Mesir pada hari minggu kemarin, kata Ketua PPMI dan beberapa mahasiswa lainnya.
Falahuddin juga mengonfirmasi bahwa beberapa mahasiswa sempat ditahan oleh pihak keamanan, namun telah dibebaskan. Kepala Fungsi Protokol dan Konsuler (Protkons) KBRI Kairo, Muhammad Abdullah juga mengaku kaget atas pernyataan PKS.
“Saya cukup kaget membaca pernyataan PKS itu, tapi syukurlah sudah dibantah,” katanya.( SM/Admin)
