Menyulap kalori jadi energi
Ya, dari penelitian Michael dan Steven, ditemukan fakta bahwa ketika kita tidur nyenyak dengan durasi sekitar 7,5 jam, otak akan memproduksi hormon pertumbuhan dalam jumlah besar. Saat tubuh beristirahat, hormon tersebut akan menyulap kelebihan kalori menjadi energi.
Kelebihan energi itu nantinya bisa kita salurkan untuk hal positif yang membakar lemak, mulai dari joging, fitnes, atau hanya sekadar membersihkan kamar. Yang penting, bikin kita berkeringat!
Sebaliknya, jika kita kurang tidur, hormon pertumbuhan nggak sempat diproduksi, sehingga kelebihan kalori malah berubah jadi lemak yang menyebar ke seluruh tubuh, terutama paha, lengan, dan perut.
Kurang tidur, banyak makan
Penemuan Michael dan Steven didukung penelitian Sanjay Patel, M.D., ilmuwan dari Case Western Reserve University.
Berdasarkan penelitian pada 70.000 cewek AS, Sanjay bilang, cewek yang tidur sekitar lima jam sehari berisiko mengalami kenaikan berat badan hingga 15 kg! Penyebabnya: kurangnya jam tidur menyebabkan susah mengontrol nafsu makan dan metabolisme, serta bikin naik hormon ghrelin yang membuat ingin terus ngemil.
Parahnya lagi, jenis camilan yang ‘diminta’ tubuh adalah yang mengandung lemak tinggi, seperti cokelat dan makanan cepat saji.
Selain itu, saat kurang tidur, daya kerja hormon leptin akan menurun. Padahal, hormon ini bertugas mengingatkan kita untuk berhenti makan sebelum terlalu kenyang.
Gimana… masih mau meneruskan kebiasaan begadang? Kalau iya, selamat tetap gendut juga, he he he.
