Korban Merapi Jadi Transmigran di Kalimantan

Oleh : on 25th November 2010
Bookmark and Share

Korban bencana Merapi diberangkatkan untuk menjadi transmigran di Kalimantan oleh Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi Muhaimin Iskandar. Korban yang diberangkatkan menjadi transmigran tercatat sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) atau 503 jiwa itu, terdapat korban letusan Gunung Merapi sebanyak 12 KK atau 39 jiwa. Mereka terdiri dari 10 KK (33 jiwa) asal Sleman, Yogyakarta dan 2 KK (6 jiwa) asal Boyolali Jawa Tengah. 150 KK itu terdiri dari 50 KK transmigran asal DI Yogyakarta dan 100 KK transmigran asal Jawa Tengah ke Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Menakertrans Muhaimin Iskandarmelepas keberangkatan 150 KK transmigran itu di Semarang, Jawa Tengah pada hari selasa.
“Sebelumnya, para korban yang terkena dampak letusan gunung Merapi itu telah mengikuti program persiapan transmigrasi. Sesuai dengan keinginan dan kesempatan yang ada, akhirnya mereka diberangkatkan terlebih dahulu,“ kata Muhaimin.

150 KK itu beserta tujuannya sebagai berikut:
1. 50 KK Para transmigran asal DIY terdiri dari 10 KK asal Kodya Yogyakarta dan 15 KK asal Bantul dengan tujuan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Sedangkan 10 KK asal Sleman dan 15 KK asal Kulon Progo akan ditempatkan di Sabung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
2. 100 KK asal Jawa Tengah terdiri dari 10 KK asal Blora dan 15 KK asal Jepara ditempatkan ke Kumai Sebrang, Kobar, Kalimantan Tengah. 10 KK asal Boyolali, 10 KK asal Kabupaten Semarang dan 5 KK asal Kota Semarang di tempatkan di Kandan Kotim, Kalteng. Sedangkan 10 KK asal Karanganyar, 15 KK asal Cilacap, 10 KK asal Wonosobo, 10 KK asal Batang dan 5 KK asal Kota Semarang akan ditempatkan di Tanjung Buka, Bulungan Kalimantan Timur.
bekerja di perkebunan
Anggota DPD asal Kalimantan Timur, Luther Kombong mengusulkan supaya korban Merapi yang bertransmigrasi ke Kelimantan untuk bekerja di perkebunan. Mereka akan direlokasi ke Kalimantan Timur dan menjadi bagian pola inti plasma di perkebunan kelapa sawit disana.
“Relokasi ini terutama pengungsi yang tidak lagi memiliki sumber penghidupan,” ujar Luther. Seperti para transmigran lainnya, setiap kepala aakan menerima dua hektar lahan dan uang tunjangan yang nilainya diatas UMR dari pemerintah atau bekerja sebagai karyawan di perusahaan kelapa sawit. Menurut perhitungannya, jika 100 dari 200 perusahaan perkebunan sawit menerima 50 KK maka total 5000 KK bisa direlokasi. Tidak cuma untuk ditempatkan di Kalimantan Timur, tetapi juga Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.
Selain itu, Luther juga berpendapat untuk area terdampak letusan Merapi, sebaiknya tidak dijadikan area pemukiman, namun lebih tepat apabila dikembalikan menjadi hutan sekaligus mempertahankan sumber-sumber air yang ada. (din)

Berita Terkait

  1. Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Diminta Dorong UMKM Korban Merapi
  2. Tim Relawan Trauma Healing PSIK Undip Bantu Korban Merapi
  3. MERAPI MASIH DALAM STATUS AWAS
  4. Status Merapi Meningkat Jadi Awas
  5. Jawa Tengah Tak Relokasi Pengungsi Merapi, Tapi Bangun Penampungan Permanen




Get the Flash Player to hear this stream.


Headlines News