Pasca erupsi Merapi, kerugian pariwisata di sekitar wilayah Merapi capai Rp 1,4 Miliar. Kerugian itu berasal dari tiga lokasi wisata yaitu kecamatan cangkringan, Pakem dan Turi. Kerugian diakibatkan oleh infrastruktur maupun tempat wisata yang dikelola pemerintah maupun swasta rusak parah. Tempat wisata yang kerusakanya cukup parah ada di Desa Umbulharjo, Cangkringan.Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Periwisata Disbudpar Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan tempat wisata yang rusak akibat erupsi Merapi 26 Oktober dan 5 November lalu antara lain kawasan Tlogo Putri Kaliurang.
Selain itu, desa-desa wisata yang berjarak 15 km dari puncak Merapi juga mengalami rusak parah. Desa itu adalah desa wisata Turgo dan desa wisata yang ada di Umbulharjo.Tempat wisata tersebut mengalami rusak sedang dan rusak parah.”Desa wisata yang berada di Umbulharjo seluruhnya mengalami kerusakan parah, sedangkan hutan di belakang Tlogo Putri Kaliurang kerusakannya mencapai 80%,”terangnya. Sarana pendukung sector wisata seperti hotel dan restoran juga mengalami kerusakan parah. Oleh karena itu, tempat-tempat wisata di sekitar Merapi terpaksa berhenti beroperasi. Salah satu wacana yang mengemuka yakni dengan pembangunan monumen untuk mengenang erupsi Merapi.” Monumen ini akan menjadi sarana wisata edukasi, dimana orang dapat belajar mengenai akibat erupsi Merapi.Namun lokasinya harus diperhitungkan agar aman,”tambahnya.
Pengelola outbound dan Bumi Perkemahan Wonogondang, Cangkringan, Bambang Kotir mengatakan, pascaletusan Merapi 26 Oktober dan 5 November lalu, fasilitas dan wahana yang dikelolanya luluh-lantak. Dengan kondisi tersebut, membuat usahanya macet. “Di sekitar Merapi ada sekitar 15 wahana outbound dan bumi perkemahan yang menjadi sumber kehidupan warga sekitar. Saat ini warga harus mulai menata kembali lokasi tersebut agar bisa digunakan lagi,”katanya.
(din)
