Senin (22/11) Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas sekitar pukul 22.15 WIB. Awan panas yang cukup besar ini juga disertai dengan satu kali suara letusan yang terdengar oleh warga sekitar merapi dengan jarak 6,5 km. Letusan kali ini mengarah ke Selatan dan tidak nampak ada hujan abu seperti biasanya.
Sepertinya kali ini warga sudah terbiasa dengan letusan gunung Merapi. Pasalnya, tak ada warga yang panik saat mendengar suara letusan Merapi yang diserta dengan awan panas cukup tebal. “Sekitar 50 orang laki-laki saat ini berjaga di luar rumah, mengamati situasi puncak gunung,” kata seorang warga Tangkil, Gimin. Bahkan warga sempat menyaksikan keluarnya awan panas dari perut Merapi. Ini adalah letusan kesekian fase 2010 sejak 26-10-2010, sedangkan letusan terdahsyat pada tanggal 5-11-2010.
Lahar dingin seret dua warga Selo
Selain awan panas, Merapi juga mengeluarkan lahar dingin yang sudah membanjiri kali disekitar Merapi. Di kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali dua orang pengendara sepeda motor terseret lahar dingin ketika hendak menyebrangi kali Apu yang berhulu di puncak Merapi. Mereka berniat mengunjungi kerabatnya didesa Tlogolele, dan harus menyebrangi Kali Apu. Karena derasnya aliran lahar dingin, mereka tidak dapat mengedalikan laju sepeda motornya dan akhirnya terseret hingga beberapa meter.
Kejadian ini terjadi pada hari minggu (21/11) namun, sepeda motor mereka baru dapat dievakuasi Senin (22/11). Kedua korban berhasil diselamatkan warga, namun keduanya menderita luka cukup parah. Dua korban yakni Sutar (45) dan Suwarjo (35), keduanya warga Dukuh Pentongan, Desa Samiran, Selo,kini masih dirawat ke Rumah Sakit Muntilan, Magelang. Komandan Rayon Militer Selo Kapten (Inf) Kasmadi membenarkan kejadian tersebut. Dia mengimbau warga lebih waspada saat melalui jalur tersebut yang disebutnya sangat berbahaya karena berhulu dari Puncak Merapi. Dia meminta warga tidak melintasi di atas dam itu. (din)
