Kakacauan maskapai penerbangan Garuda Indonesia membuat jadwal penerbangan di berbagai daerah ikut kacau. Seperti yang terjadi di Bandara Ahmad Yani Semarang, 7 penerbangan delay, sedangkan 1 dibatalkan. Sementara, GM Garuda Semarang, Kokoh Ritonga yang berhasil dihubungi via ponsel mengatakan, pihaknya menjamin penumpang terangkut. “Tapi ya itu tadi, delay, antara 10 menit – 1,5 jam,” katanya.
Kokoh mengakui akibat delay, beberapa penumpang yang pindah maskapai. Namun ia tak bisa merinci jumlah penumpang yang pindah haluan tersebut. Lebih jauh, Kokoh memastikan, besok kondisi belum normal. Dari 9 penerbangan, Garuda hanya memberangkatkan 6 penerbangan. Ini dilakukan agar tidak ada penumpukan penumpang.
Ricuh, Kekacauan Jadwal Penerbangan Garuda Indonesia
Kericuhan sempat mewarnai penerbangan Garuda Indonesia dari bandara Ahmad Yani menuju Jakarta. Salah satu penyebab terjadinya kekacauan adalah rombongan pejabat yang didahulukan terbang. Sedikitnya, ada 3 jadwal penerbangan Garuda dari Bandara Ahmad Yani menuju Jakarta yang sangat terganggu, yaitu GA 243, GA 245, dan GA 247. Sebagian penumpang ketiga penerbangan itu batal berangkat Minggu (21/11/2010). GA 243 memiliki jadwal terbang pada pukul 16.10 WIB. Sedangkan GA 245 dan GA 247 memiliki jadwal menjelang malam.
“Tapi jadwal jadi acak-acakan. Urutannya 243 dulu, lalu 245 dan 247. Tahu-tahu ada pengumuman, bahwa GA 245 terbang lebih dulu. Tapi, tidak semua penumpang GA 245 bisa naik. Hanya sebagian penumpang yang naik,” kata Izar, salah seorang penumpang GA 243.
Di antara penumpang GA 245 ini, terlihat sejumlah pejabat dan mantan pejabat. Ada di antara mereka, seorang menteri, ada juga mantan KSAD. Mereka sepertinya ke Semarang untuk menghadiri pernikahan anak Pangdam IV/Diponegoro. “Rombongan pejabat dan mantan pejabat ini, akhirnya diberangkatkan semua. Sebagian penumpang GA 245 tak bisa masuk,” ujar dia. Sedangkan penumpang GA 243 dijanjikan terbang setelah pesawat GA 245 terbang. “Tapi ternyata pesawat untuk GA 243 berukuran lebih kecil. Jadilah rebutan kursi antara penumpang yang pegang boarding 243 dan sisa penumpang GA 245 yang tertinggal karena tergeser rombongan pejabat,” kata dia. Sebagian penumpang GA 243 juga akhirnya tidak bisa berangkat, termasuk Izar.
Kericuhan akhirnya terjadi. Adu mulut antara penumpang dan petugas bandara terjadi. Saat itu, kata Izar, tidak terlihat ada pihak Garuda. “Alhamdulillah, tidak sampai ada pecah kaca, hanya adu mulut. Bahkan ada penumpang yang memaksa naik pesawat, lalu turun lagi kasih tahu kalau masih ada bangku kosong. Ini membuat suasana menjadi ricuh lagi dan penumpang minta pihak Garuda memberi penjelasan,” ujar Izar. Akhirnya pihak maskapai Garuda meminta maaf akibat kekacauan yang terjadi dengan dalih, maskapai tersebut sedang menerapkan sistem baru. (din)
