Pemprov Jateng telah menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 2 miliar bagi para pengungsi letusan Gunung Merapi di Kabupaten Magelang. Dana ini disalurkan untuk memenuhi kebutuhan lauk pauk para pengungsi di tempat pengungsian sementara.
Kepala Biro Keuangan Pemprov Jateng, Agus Soeranto mengatakan, Pemprov telah mencairkan anggaran bantuan untuk kebutuhan 40 ribu pengungsi selama satu pekan sebesar Rp. 2 miliar.
“Kita langsung salurkan dana sebesar Rp. 2 miliar untuk memenuhi kebutuhan lauk pauk para pengungsi. Dana itu dikelola langsung oleh Pemkab Magelang,” jelasnya.
Disamping menyalurkan dana untuk kebutuhan para pengungsi, Agus mengatakan, Pemprov juga menyalurkan dana bantuan bagi operasional posko pengungsi di Kabupaten Magelang sebesar Rp. 400 juta untuk sebulan penuh.
Menurut dia, sejauh ini baru Kabupaten Magelang yang mengajukan dana penanggulangan bencana letusan Gunung Merapi. Kabupaten Klaten dan Boyolali hingga kini belum mengajukan dana.
“Sekda Magelang langsung meminta bantuan pencairan dana bantuan karena dana penanggulangannya menipis. Klaten dan Boyolali belum mengajukan. Kemungkinan karena para pengungsinya tidak sebanyak di Magelang,” jelasnya.
Sekretaris Fraksi FPPP DPRD Jateng, Istajib mengapresiasi langkah Pemprov yang langsung menyalurkan dana operasional bagi para pengungsi. Menurut dia, jumlah pengungsi yang mencapai 39.322 serta ditambah 3000 lebih relawan menyebabkan Pemkab Magelang kewalahan. Apalagi alokasi dana penanggulangan Pemkab Magelang hanya sebesar Rp. 1,5 miliar.
“Per hari dibutuhkan dana sebesar Rp. 186 juta untuk para pengungsi. Jadi langkah Pemprov ini sudah sangat tepat,” tuturnya.
Pemprov Jateng sendiri mengalokasikan dana bantuan tanggap bencana dalam APBD 2010 sebesar Rp. 30 miliar. Dana itu sudah digunakan sebesar Rp. 5,88 miliar untuk bencana sebelum Merapi. Sehingga tersisa 24, 12 miliar.
“Terpakai untuk Magelang Rp. 2 miliar. Jadi masih ada dana sekitar Rp. 22,12 miliar untuk cadangan tanggap bencana,” jelasnya. (prz)
