Magelang-Jumlah korban meninggal akibat bencana merapi (28/10) sampai saat tercatat 29 orang, salah satu dari korban yang ditemukan merupakan juru kunci gunung merapi, Mbah maridjan. Dia ditemukan tim SAR di rumahnya dalam posisi bersujud dan seluruh badan terbakar curahan awan panas gunung merapi.
Keadaan pengungsian sangat kritis, disana masih kekurangan makanan, selimut, dan tikar sebagai alas untuk tidur para pengungsi. Sementara ini makanan yang dikonsumsi masih berasal dari warga sekitar yang sangat iba melihat keadaan para pengungsi yang sampai saat ini belum mendapatkan bantuan makanan. Sumbangan yang diberikan para warga sekitar berupa nasi bungkus, beras, sayuran dan bumbu dapur.
Salah satu pengungsi, Slamet mengatakan “kepalanya pusing karena dari malam hingga siang hari belum makan.” Hal ini juga dialami istri dan kedua anaknya “Mau pulang ke rumah masih bahaya. Kami hanya menunggu apa kata aparat yang mengatur pengungsi, “ katanya.
Bupati Magelang Ir. Singgih Sanyoto mengatakan, “pemkab hanya mempersiapkan tanggap darurat untuk 2.260 pengungsi sesuai rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta.” Hingga saat ini jumlah pengungsi di Magelang sekitar 28.900 orang.(SM/nov)
