Menolak Pengamen Dihajar Massa

Oleh : on 4th Agustus 2010
Bookmark and Share

SEMARANG SELATAN – Jika anda ingin menongkrong di salah satu tempat di kawasan Semarang, kiranya anda harus berhati – hati. Kasus yang dialami tiga pemuda ini, diharapkan bisa menjadikan pelajaran kita untuk selalu waspada.

Kemarin Minggu (1/8) tiga pemuda asal warga Karanganyar ini, mengalami pengalaman yang cukup pahit. Nasib apes yang dialami oleh Yohanes Maamea (19), Hendriyo Aji Pamungkas (24), dan Bangun Adhi (26), sungguh menyakitkan. Berkumpul bersama teman – teman, dengan maksud untuk menyegarkan pikiran dan menghabiskan malam di kawasan JL. Imam Bardjo, Pleburan tentu menyenangkan bagi anak muda. Namun hal ini justru membuat mereka menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pengamen.

Kejadian tersebut bermula saat ketiganya tengah duduk-duduk di depan Gedung Bank Indonesia (BI), Minggu (1/8) sekitar pukul 00.30. Tiba-tiba datang dua orang pengamen bernama Agus Suryanto (28), warga Sendangguwo Baru RT 14 RW 9, dan Wahyudi (21), warga Sendangguwo RT 3 RW 2, Kelurahan Sendangguwo, Tembalang.

Selesai menyanyi, kedua pengamen itu meminta uang namun ditolak oleh korban. Kedua pengamen tersebut lantas beranjak pergi tanpa berkata apa-apa. Namun, sekitar lima belas menit kemudian keduanya kembali datang menghampiri korban.

Kedatangan mereka ternyata bukan untuk kembali mengamen. Bersama dengan mereka berdua ikut serta sekitar lima belas orang pemuda. Tanpa basa-basi, kedua pengamen itu memimpin pemukulan kepada korban.
Aksi tersebut menyulut perkelahian, namun karena jumlah yang tidak imbang, ketiga pemuda itu akhirnya menjadi bulan-bulanan.

Dua di antara pengeroyok ternyata ada yang membawa  parang dan celurit. Akibatnya, salah seorang korban yaitu Hendriyo menderita luka serius. Dia mengalami luka sabetan di bagian kepala dan luka tusuk dari punggung yang mengenai paru-parunya.

Kapolrestabes Kombes Edward Syah Pernong melalui Wakasat Reskrim, Kompol Iskandar Zulkarnaen Sitorus Pane SIK menuturkan, korban saat ini  dirawat di RSUP Dokter Kariadi.

Ya semoga bagi anda yang membaca kejadian ini bisa mengambil hikmahnya, untuk selalu ingat dengat waktu bermain dan waspada. (AL)

Berita Terkait

  1. Pura-Pura Ngamen, Bobol Rumah Kosong
  2. Penyerangan Di Sebuah Klub Malam
  3. Perampas Motor Ditangkap Polisi
  4. Dijambret, Korban Luka Memar
  5. Yogyakarta Masih Berduka : Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas




Get the Flash Player to hear this stream.


Headlines News