Jakarta – Permasalahan pemindahan Ibu Kota ke luar pulau Jawa kembali bergulir. Keruwetan yang terjadi di ibu kota Indonesia, Jakarta saat ini sungguh memprihatinkan.
Tak kurang 59 persen populasi penduduk di wilayah Indonesia terpusat di Pulau Jawa, yang luasnya hanya 6,8 persen dari total daratan di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan, kemacetan selalu menjadi pemandangan yang lazim di kota Jakarta, akibat kepadatan penduduk.
Diperkirakan, kerugian material akibat kemacetan di DKI Jakarta mencapai Rp 17,2 triliun per tahun. Hal ini nyaris setara dengan anggaran belanja dan pendapatan DKI Jakarta setiap tahunnya.
Data dari Tim Visi Indonesia 2033 juga menyebutkan, tak kurang 80 persen industri terkonsentrasi di Pulau Jawa. Hal ini menimbulkan pembangunan yang tidak merata serta kesenjangan antara Pulau Jawa dan non-Jawa.
“Menurut saya, ibu kota itu wajib dipindahkan,” tegas Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo. “Tak ada (gubernur) yang mampu. Sudah kesekian kali pergantian gubernur, tetap sama saja kok,” tambah anggota Fraksi PDI-P ini. (Asti).
