Sungai Banjir Kanal Barat Butuh Pengelola

Oleh : on 27th Juli 2010
Bookmark and Share

Jika kita melihat beberapa sungai yang berada di Kota Semarang ini kondisi sungainya sangatlah memprihatinkan . Dengan keadaan sungai yang sering meluap akibat sampah dan air laut pasang membuat pemandangan menjadi tak enak dan bau menjadi tak sedap.

Semarang Barat – Sungai Banjir Kanal Barat yang sampai saat ini sedang dalam proses normaliasi ternyata juga membutuhkan seseorang untuk mengelolanya. Rencana pengelolaan kawasan Sungai Banjir Kanal Barat ini akan dilakukan oleh semacam lembaga yang akan dibentuk. Tujuan pembentukan lembaga pengelola itu merupakan bentuk upaya menjaga kawasan sungai tersebut, seiring dengan normalisasi sungai yang akan ditargetkan selesai pada 2012. ’’Lembaga pengelola itu bertugas untuk memantau sedimentasi dan bangunan di bantaran sungai setelah normalisasi,’’ kata Kabid Pelaksana Danau Waduk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana, Mazid, kemarin.

Namun hingga sekarang , pihak pengelola kawasan Sungai Banjir Kanal Barat ini masih belum bisa ditentukan. Menurut Mazid, info ini masih menjadi wacana apakah nantinya lembaga itu diserahkan kepada instansinya atau Pemkot Semarang untuk pengelolaannya.

’’Masih wacana. Cuma adanya lembaga yang mengelola kawasan Banjir Kanal Barat itu sangat penting. Supaya sungai ini benar-benar sesuai fungsinya baik untuk pengendali banjir maupun tempat fasilitas umum,’’ kata dia, Senin (26/7).

Sementara itu, sampai saat ini proses normalisasi Sungai Banjir Kanal Barat terus dikerjakan seiring pembangunan Waduk Jatibarang. Navis konsultan pengawas dari CTI Associate, menjelaskan bahwa selain normalisasi untuk konsep ke depan, sungai ini juga akan dibuatkan sejumlah fasilitas umum, mulai dari pedestrian, jogging track, taman, juga sarana lainnya untuk masyarakat.

’’Bisa untuk sarana latihan dayung atau olahraga air lainnya,’’ ungkap Navis.
Tahap Pengerukan Sejauh ini proses normalisasi sedang masuk tahap pengerukan. Dimulai dari mengeruk sedimentasi sungai di kawasan Tanahmas atau sebelah rumah pompa Bulu Drain. Dua alat berat sudah dikerahkan. ’’Kami keruk sedalam tiga meter. Mencapai muara, lebar sungai dilebarkan menjadi 150 meter,’’ ungkap Navis.

Untuk proses normalisasi pada hilir Sungai Banjir Kanal Barat ini ternyata juga dilakukan pelebaran sekaligus memperdalam sungai. Seperti mulai pintu air Simongan, lebar sungainya menjadi 50 meter, hingga sampai hulu termasuk sampai Tugu Suharto, dengan lebar sungai yang sama dibuat rata-rata 50 meter. Sementara Wakil Ketua Komisi C Agung Budi Margono menyatakan, dengan sudah dimulainya pengerjaan pengendalian banjir dan rob ini pihak Pemkot Semarang harus segera menyusun pola tata ruang.

Pada konsep itu perlu dilibatkan daerah lainnya seperti Kabupaten Semarang dan Kendal. Serta pada kelembagaan yang mengelola Banjirkanal Barat perlu segera dipikirkan. ’’Dari desain kawasan, tentunya harus ada lembaga. Kalau BBWS mewacanakan Badan Layanan Umum (BLU), tapi konsep itu bisa disepakati,’’ ujarnya. (AL)

Berita Terkait

  1. 127 Orang Tewas dan Ribuan Hilang, Akibat Banjir Bandang
  2. BPBD Gelar Simulasi Bencana Banjir & Longsor
  3. Bengawan Solo Meluap, Puluhan Rumah Tergenang Banjir
  4. Banjir Hanyutkan Bahan Kimia Berbahaya
  5. Pembebasan Lahan Waduk Jatibarang




Get the Flash Player to hear this stream.


Headlines News