SEMARANG – General Manager Ir Gede Ary MM didampingi Manajer Pemasaran Veky Wowor SH di sela-sela HUT Ke-36, kemrain mengatakan bahwa tahun ini Perumnas di kantor Jl Kawi Semarang akan menargetkan , sekitar 1.869 unit rumah yang tersebar di Jateng, DIY, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timurakan akan dibangun. Namun sampai saat ini, dari rencana target tersebut, baru terealisasi sekitar 30% lantaran berbagai kendala.
Berbagai kendala dalam target membangun 1,869 unit adalah mulai dari mahalnya harga tanah hingga bahan baku produksi yang terus naik. Ini terjadi , karena Perumnas mendapat tugas dari pemerintah untuk penyediaan kebutuhan papan ini harus menjual dengan harga Rp 55 juta untuk Rumah Sederhana Sehat (RSH).
‘’Biaya produksi maupun penyediaan lahan harus pandai-pandai disiasati. Pasalnya, saat ini harga tanah terus naik sehingga pihaknya kesulitan mencari lahan terutama di Jawa,’’ kata dia.
Namun menurut, Regional V yang juga membawahi Kalsel dan Kaltim mengatkan bahwa harga lahan di luar Jawa yang tidak semahal di Jawa. Misalnya di Tarakan, pihaknya membangun 500 rumah untuk PNS, di sana harga tanahnya Rp 10 ribu per meter persegi. Tetapi, itupun atas dukungan pemerintah daerah setempat.
Gede Ary menegaskan, pihaknya akan bekerja keras untuk mencapai target yang ditetapkan oleh manajemen pusat tersebut, terutama penyediaan rumah untuk golongan masyarakat bawah. Tahun ini Perumnas telah menyiapkan lahan merealisasikan kerja sama dengan PT Asabri untuk penyediaan perumahan bagi para angggotanya yang sudah memasuki pasa purna tugas.
Kesiapan lahan, lanjut dia, sudah hampir merata di Jateng, antara lain Semarang, Solo, Purwokerto, Cilacap, dan Yogyakarta. Hal ini sebagai tindak lanjut atas kerja sama yang sudah ditekan di tingkat nasional.
Selain itu, untuk mengantisipasi keterbatasan lahan, pihaknya menggandeng mitra kerja, baik instansi pemerintah, pemkab/pemkot untuk bekerja sama dalam pembangunan rumah sehat. Kerja sama itu dalam bentuk mitra atau instansi pemerintah menyediakan tanah. Kemudian, Perum Perumnas yang mambangun dan memasarkannya atau sebaliknya.
‘’Saat ini, kerja sama yang sudah berjalan adalah dengan Pemkot Tegal.
Dia areal lahan seluas 11,2 hektare milik Pemkot untuk dibangun RSh sejumlah 626 unit. Kerja sama juga dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Timur, yakni dengan Pemkot Balikpapan di lahan seluas 18 hektare untuk 615 unit rumah dan Pemkot Tarakan seluas 20,7 hektare untuk 500 unit rumah,’’ jelasnya. ( Aulia )
