Kasus penipuan yang sering terjadi di kehidupan manusia selalu menimbulkan banyak kerugian. Penipu mempunyai banyak trik dalam melabuhi orang yang sudah dia targetkan dalam modus penipuannya. Seperti modus yang satu ini pelaku mengabarkan kerabat mengalami kecelakaan kemudian meminta sejumlah uang kembali terjadi di Kota Semarang.
Kali ini korbannya adalah Masturoh (50), warga Sekaran, Gunungpati , Gajahmungkur. Dia mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp 5 juta.Masturoh menuturkan, kejadian tersebut bermula ketika ia menerima telepon dari seorang pria yang mengaku bernama Santosa.
Dalam pembicaraan lewat telepon itu, Santosa mengaku sebagai teman anak Masturoh, Anton, yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan. ’’Pelaku bilang kalau saat ini dia sedang mengurusi adik Masturoh yang sedang kritis di rumah sakit Solo. Dia mengutarakan maksudnya menelepon untuk meminjam uang,’’ kata Masturoh, ketika melapor kepada polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polrestabes Semarang, Senin (19/7).
Masturoh pada awalnya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Santosa. Namun, pelaku yang menelepon beberapa kali berusaha untuk menyakinkan korban. Di antaranya, meyakinkan kalau alasan peminjaman uang tersebut telah melalui persetujuan Anton.
Mustaroh lantas mentransfer uang sebesar Rp 3 juta lewat Bank Mandiri Ungaran ke rekening milik Santosa. Kejahatan itu tak berhenti sampai di situ saja. Santosa kembali meminta korban mengirimkan uang. Kali ini, pelaku meminta uang dengan dalih adiknya yang semula kritis telah meninggal dunia.
’’Dia meminta untuk membayar biaya pengantaran jenazah dari rumah sakit Solo ke rumahnya di Madiun. Saya lantas mentransfer uang lagi sebesar Rp 2 juta.’’ Masturoh baru sadar menjadi korban penipuan setelah dia menerima telepon dari Anton. Di sana dijelaskan kalau Anton tidak pernah mempunyai teman bernama Santosa.
Pengakuan tersebut sontak saja membuat Masturoh lemas. Korban sempat berusaha menghubungi balik ke nomor ponsel pelaku namun ternyata tidak aktif. Kasus tersebut akhirnya dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian. ( Aulia )
