SANGE – Ledakan ruk tangki terjadi lagi . Korban ledakan truk tangki di Kongo dimakamkan secara massal, kemarin. Sementara itu para korban cedera yang terjebak di antara reruntuk bangunan juga telah ditemukan.
Sedikitnya 231 tewas dan 195 lainnya cedera ketika sebuah truk tangki terguling dan kemudian meledak di Desa Sange, sekitar 70 kilometer selatan Kota Bukavu, di Kivu Selatan, dekat perbatasan Burundi. Palang Merah menyatakan, 61 anak dan 36 wanita turut menjadi korban insiden itu.
Ledakan truk tangki ini di sebabkan oleh tumpahnya minyak yang berasal dari tangki tersebut. Beberapa menit kemudian terjadi ledakan . Api muncul pertama kali dari truk dan menyebar dengan cepat .
Bedide Mwasha mengatakan, pada saat kejadian lima tentara penjaga perdamaian asal Pakistan telah meminta warga mengosongkan daerah tersebut, tetapi peringatan itu tidak diindahkan. Beberapa rumah yang memiliki atap rumbia segera terbakar, termasuk juga sebuah bioskop dimana penduduk berkumpul menyaksikan pertandingan Piala Dunia.
Ndengwa salah satu korban yang selamat , berhasil melarikan diri melalui jendela, tetapi dia mengalami luka bakar serius di kaki dan perut. Dia dibawa ke Uvira pada Sabtu pagi waktu setempat. Dia merupakan satu dari 46 korban cedera yang berusia 12 tahun. Sebanyak 40 di antaranya telah dibawa ke rumah sakit Uvira, kata seorang dokter, Kumba Mupepe.
Pasukan penjaga perdamaian PBB, para pekerja bantuan, dan tentara Kongo sudah dikerahkan untuk membantu mereka yang mengalami luka-luka. AP melaporkan, para petugas bantuan Palang Merah kemarin membawa sejumlah jenazah yang dibungkus kantung plastik ke dua kuburan massal yang terletak di pinggiran desa. Pemakaman massal ini di lakukan karena banyak korban yang tidak dapat diketahui identifikasinya. ( Aulia )
