Jakarta – Beredarnya kasus video porno Ariel Peterpan ternyata benar-benar membuat malu warga RI termasuk diantaranya Komisi I DPR. Sampai-sampai saat berkunjung ke Australia, Komisi I DPR disindir atas beredarya video panas tersebut.
Para angota DPR bidang Pertahanan tersebut melakukan kunjungan kerja ke negara kangguru tersebut mulai 19-24 Juli. Video porno Ariel Peterpan tersebut, menurut beliau, bisa diakses masyarakat Australia melalui Internet. Bagi politikus Partai Demokrat itu menyikapi perkembangan teknologi informasi melalui Internet cukup dilematis.
Di satu sisi, Max yang sebagai anggota Komisi I DPR mengatakan, pemerintah Indonesia mendorong kemajuan teknologi informasi melalui Internet untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap perkembangan informasi. Namun di sisi lain memiliki dampak negatif, yakni sulit dicegahnya penyebaran informasi yang tidak diharapkan seperti video porno.
Pada saat kunjungan ke Australia, anggota Komisi I DPR juga membahas soal perkembangan teknologi informasi dan konvergensi media, serta bagaimana Indonesia maupun Australia menyikapinya. Selain bertemu dengan menteri kominfo, ia mengungkapkan, rombongan Komisi I DPR juga berkunjung ke stasiun televisi SBC untuk melihat pengeloaan stasiun televisi tersebut terutama program-program yang disiarkan.
Menurut Max, anggota Komisi I DPR juga berkunjung ke Kementerian Pertahanan Australia guna membahas hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia di bidang pertahanan seperti persoalan batas negara. ( Aulia )
