SEMARANG – Keinginana Wali Kota Sukawi Sutarip untuk menggandeng investor dalam menggarap revitalisasi kawasan Pasar Johar perlu disikapi secara hati-hati, karena tidak semua investor memiliki konsep yang sama. Terlebih apabila investor hanya memikirkan keuntungan dari pengembangan itu.
Pengajar arsitektur di Undip yang juga menjadi pemenang pertama lomba ide desain kawasan untuk Pasar Johar, Bambang Supriyadi, menjelaskan, menata kawasan pasar harus bersifat sosial. Maka, investor jangan sampai merusak tatanan sosial yang sudah terbangun puluhan tahun di Johar. Apalagi, bila pengembangan kawasan itu hanya menonjolkan sisi ekonomi.
Karena konsep pasar tradisional itu gabungan dari nilai sosial, ekonomi, budaya. Kalau investor hanya menonjolkan sisi ekonomi saja, yang terjadi hanyalah tempat-tempat yang tidak ada fungsinya. Ironisnya, ada penolakan dari pedagang.
Ia mengaku, dirinya tidak mempermasalahkan apabila karyanya tidak digunakan secara menyeluruh. Alasannya, Pemkot perlu kesesuaian soal pendanaan.
Namun demikian, supaya pasar tradisional memiliki daya saing dengan pasar modern, maka pengembangannya dilihat dari sisi kenyamanan, ketenteraman, kelegaan dan kebersihan. (Asti).