SEMARANG – DPRD Jateng menyesalkan molornya pengerjaan proyek tol Semarang-Ungaran sebab dipastikan tidak akan rampung Agustus mendatang. Legislatif menilai, molornya pengerjaan hingga lima bulan dari jadwal semula, merupakan indikasi kurang profesionalnya tim pelaksana proyek tol.
Pimpinan Proyek Tol Semarang-Solo PT Trans Marga Jateng (TMJ) Ari Nugroho menjelaskan, paket pertama konstruksi telah mencapai 80%. Paket kedua juga mencapai 76%, sehingga diperkirakan bisa rampung pada minggu pertama atau kedua Agustus mendatang.
Anggota Komisi D Khayatul Maki khawatir, terlambatnya proyek tol Semarang-Ungaran berdampak pula pada proyek tol Semarang-Solo. Gus Khayat, mengaku sejak awal dirinya sudah pesimistis proyek bisa rampung tepat waktu.
Selain persoalan pembebasan lahan yang kurang berjalan lancar, faktor cuaca juga menjadi penyebab molornya pengerjaan konstuksi. Diakuinya, hujan yang kerap mengguyur wilayah Semarang hingga Ungaran menjadikan pengerjaan kurang optimal.
Gubernur Jateng Bibit Waluyo tetap optimistis seksi Semarang-Ungaran bisa rampung Agustus mendatang. Namun akibat lambatnya kinerja tim pembebasan lahan, realisasi pengerjaan proyek dipastikan mundur dari jadwal dan diperkirakan baru rampung akhir tahun ini.(Adm)