KUDUS – Penipuan dengan korban nasabah bank yang akan mengambil uangnya di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kembali meminta korban. Minggu (13/6), seorang warga Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Partosoebroto (50), mengaku kehilangan saldo tabungannya Rp 24 juta.
Hal tersebut terjadi sesaat setelah korban mengalami kesulitan saat mengambil uang pada ATM salah sebuah bank di Pasar Jember, masuk wilayah Desa Purwosari, Kecamatan Kota.
Sumber yang dihimpun Suara Merdeka dari Mapolres Kudus menyebutkan, korban pada pukul 10.47 mendatangi ATM di tempat tersebut. Namun, saat memasukkan kartu ATM-nya, mesin tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
’’Dia bermaksud membatalkan transaksinya,’’ kata Kasatreskrim, Ajun Komisaris Polisi Suwardi, kemarin.
Hanya saat itu, kartu ATM tidak dapat keluar. Pada salah satu sudut bilik ATM dia melihat stiker layanan salah satu operator dan tertulis nomor 081283740888. Maksudnya, bila ada nasabah yang mengalami masalah saat mengambil uang, dapat langsung menghubungi nomor tersebut.
’’Kemudian korban menghubungi nomor tersebut,’’ jelasnya.
Menanyakan PIN Seseorang yang mengaku sebagai operator menerima telepon korban. Selanjutnya, dia meminta nasabah untuk menyebutkan nomor PIN-nya. Beberapa saat kemudian ’’operator’’ tersebut menyebutkan kalau nomor akun-nya aman.
Hanya saja, korban merasa curiga dengan kejadian tersebut. Pada pukul 11.50 dia kembali mengecek saldonya yang ternyata sudah berkurang Rp 24 juta. Dia kemudian melapor kepada petugas.
Disinggung soal modus yang dilakukan pelaku, yakni memasang nomor layanan palsu dengan mengatasnamakan salah sebuah bank pada mesin ATM. Bila ada nasabah yang mengalami kesulitan saat mengambil uang di tempat tersebut, diarahkan untuk menghubungi nomor tersebut sambil meminta nomor PIN-nya. ’’Selanjutnya, pelaku mengambil dana milik korban,’’ ungkapnya.(Adm)
