SEMARANG- Untuk optimalkan fungsi operasional Terminal Mangkang, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Semarang menyiagakan petugas hingga di luar terminal.
Hal tersebut untuk memantau dan mengatur agar seluruh angkutan bus dari arah barat masuk ke terminal. Kebijakan ini diberlakukan seiring turunnya izin perubahan trayek bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) dan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Semarang tanggal 5 April 2010, bahwa Terminal Mangkang akan dioptimalkan pengoperasiannya hari ini. Seluruh trayek bus jalur barat dengan tujuan akhir Kota Semarang diharuskan berhenti di Terminal Mangkang.
Kepala Dishubkominfo Kota, Gurun Risyad Moko mengatakan, pihaknya akan menerjunkan 80 personel untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat uji coba operasional tersebut, dimana,Terminal Mangkang merupakan terminal tipe A yang berfungsi untuk pemberangkatan dan penurunan penumpang dari arah barat.
Pengoptimalan operasional Terminal Mangkang ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan arus lalu lintas di Bundaran Kalibanteng dan jalan protokol Kota Semarang.
Dengan adanya SK Wali Kota yang didukung dari tingkat satu dan pemerintah pusat, pihaknya akan menertibkan jalur bus dari wilayah timur berhenti di Terminal Terboyo, sementara jalur dari barat berhenti di Terminal Mangkang. Adapun jalur dari tengah, masuk dan berhenti di Terminal Penggaron, sedangkan jalur selatan berhenti di Terminal Banyumanik.
Ketua Paguyuban Kru Bus AKDP Setia Kawan, Budiono mengatakan, trayek baru tersebut dianggap merugikan penumpang. Pasalnya, penumpang dari Kendal akan mengeluarkan biaya tambahan pindah angkutan ke Semarang. (ADM)
