Thailand. Pemerintah Thailand menetapkan batas waktu hari Senin tengah hari bagi semua perempuan, anak-anak dan orang tua serta demonstran lainnya untuk meninggalkan perkemahan mereka di pusat komersial Bangkok.
Kata jurubicara tentara hari Minggu, pasukan keamanan akan mengizinkan organisasi-organisasi yang netral, seperti Palang Merah untuk masuk ke kawasan itu dan membujuk para demonstran supaya mau keluar. Suara tembakan dan ledakan terus terdengar sampai hari Minggu malam, ketika tentara melepaskan tembakan kearah demonstran yang bersenjatakan batu, bom bensin dan senjata api.
Demonstrasi anti-pemerintah yang disponsori oleh kelompok “Kaos Merah” telah meluas ke bagian-bagian lain kota Bangkok dan distrik di luar kota. Pimpinan demonstrasi menyerukan para pengikutnya supaya menyebar keluar dari perkemahan yang utama di pusat kota.
Pemerintah Thailand telah menolak seruan demonstran supaya diadakan perundingan yang ditengahi PBB dan jurubicara pemerintah Panitan Wattanayagorn mengatakan, operasi militer untuk menutup kawasan yang dikuasai demonstran itu, yang dimulai hari Kamis, akan dilanjutkan. Kata para pejabat, bentrokan antara pasukan keamanan dan demonstran anti-pemerintah itu telah menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 230 lainnya sejak hari Kamis.
Asap tebal tampak mengepul diatas kota Bangkok hari Minggu setelah para demonstran membakar ban-ban mobil disekitar kawasan yang telah mereka duduki selama dua bulan.(Voa/Adm)
