Semarang – Fitriyan Dwi Rahayu, siswi SMP Negeri 1 Karanganyar, Kabupaten Temanggung, yang mendapat nilai nyaris sempurna pada Ujian Nasional tingkat SMP, tidak kuasa menyembunyikan perasaan bahagia saat diberi kesempatan untuk bertemu Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, Senin (10/5) kemarin. Senyum terus mengembang di bibir gadis kelahiran Kebumen, 26 Februari 1996, yang hadir bersama kedua orang tuanya, Cipto Raharjo (51) dan Sukarni Mugi Rahayu (43), serta didampingi Kepala SMP Negeri I Karanganyar, Suparmin, dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kebumen, Mahar Moegiyono.
Maklum saja, bukan perkara mudah bisa menyambangi ruang kerja gubernur. Prestasi sebagai peraih nilai tertinggi ujian nasional tingkat SMP beberapa waktu lalu, gadis yang tinggal di RT 4 RW 1 Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen ini bisa bertemu langsung dan mengobrol dengan Gubernur Jateng, setelah sebelumnya sempat melakukan telewicara dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
“Senang dan bangga bisa bertemu langsung dengan Pak Gubernur. Kalau ditanya bagaimana cara saya belajar, sebenarnya biasa saja. Tapi, teratur. Kalau lagi senang, belajarnya bisa ditambah. Waktu bermain dengan teman-teman juga tetap masih ada. Hanya, kami sering main ke warnet waktu butuh informasi,” beber dia yang bercita-cita menjadi pakar matematika.
Prestasi Fitriyan, mendapat apresiasi lebih dari Gubernur Jateng, Bibit Waluyo. Dia berharap, prestasi yang diraih tersebut dapat terus ditingkatkan pada jenjang yang lebih tinggi lagi. Bagaimana pun, prestasi yang diraih siswa, justru dapat memudahkan mereka dalam mengakses pendidikan, tanpa terpengaruh latar belakang perekonomian keluarganya. Sebab, pemerintah telah menyediakan anggaran beasiswa untuk mereka yang berprestasi.
“Prestasi ini harus dijaga. Terus belajar dengan tekun, karena itu merupakan modal dasar untuk maju. Biar orang tua dari desa, seperti saya yang juga dari desa, kalau tekun, belajar sungguh-sungguh sambil berdoa, insya Allah bisa maju. Tapi, perlu diingat bahwa pintar tidak hanya karena belajar, tapi juga berkat doa restu orang tua, dan bimbingan bapak/ibu guru,” ujar Bibit.
