SEMARANG- Dari total 220 hektare lahan yang dibutuhkan, proses pembebasan lahan untuk Waduk Jatibarang hingga saat ini telah mencapai 72 persen lebih. Meskipun begitu, prioritas pembebasan lahan yang ditujukan pada daerah yang akan dijadikan sebagai tapak bendungan dan akses jalan ke lokasi proyek sudah 100 persen dibebaskan.
Kasi Danau dan Waduk Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Mohammad Mazid mengatakan, dengan selesainya pembebasan lahan untuk tapak bendungan tersebut maka skedul pelaksanaan pembuatan konstruksi tidak menjadi masalah. Adapun lahan yang belum dibebaskan diharapkan bisa dituntaskan pada 2011.
Diungkapkannya, beberapa lahan yang belum dibebaskan relatif pada daerah-daerah genangan seperti Kelurahan Jatibarang, sebagian Jatirejo dan sebagian kecil Kandri.
Menurutnya, selain melakukan normalisasi alur, peninggian parapet, dan proteksi kemiringan sungai, di sekitar bantaran juga akan dilengkapi dengan fasilitas river aminity atau fasilitas kenyamanan sungai. Ke depan, Banjirkanal Barat tidak hanya menarik dari sisi penataan teknis fungsi sungai, tapi juga memberikan nilai manfaat berupa kenyamanan sungai. (Bagus)
