Gubernur : Prioritaskan Infrastruktur Pantura Timur

Oleh : on 1st April 2010
Bookmark and Share

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta pihak Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengalokasikan anggaran perbaikan sarana infrastruktur jalan di jalur Pantura Timur, terutama jalur Kudus-batas Jatim menjadi empat lajur.

Permintaan itu disampaikan dalam Rapat Konsultasi Regional Wilayah Barat “Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pemantapan Tata Kelola dan Sinergi Pusat dan Daerah Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat,” di Hotel Patra Jasa, kemarin.

“Kondisinya sudah kurang memadai untuk dilalui. Jadi memerlukan pembenahan segera,” ujarnya.

Gubernur berharap, perbaikan terhadap jalur Kudus-Blora-Rembang hingga perbatasan Jatim dilakukan dengan menambah lajur jalan. Dari semula dua lajur menjadi empat lajur.

“Perkembangan ekonomi harus diimbangi dengan sarana infrastruktur yang terpadu dan integral,” jelasnya.

Menurut Bibit, jika tidak ada sarana yang terpadu, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah akan mengalami kemacetan. Sehingga jalur ini sangat vital untuk menumbuhkan perekonomian di Jawa Tengah.

Selain perbaikan jalur Pantura Timur, Bibit juga meminta perbaikan terhadap sejumlah infrastruktur lain. Diantaranya, pembangunan jaringan jalan lintas selatan, ruas jalan Wangon-batas Jabar serta tol Semarang-Solo.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengakui, masih banyak pekerjaan rumah terkait sarana infrastruktur jalan yang harus diselesaikan. Minimnya anggaran menjadi kendala bagi perbaikan sarana infrastruktur.

Djoko menjelaskan, Kementerian Pekerjaan Umum telah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp. 34 triliun lebih dan alokasi untuk jalan sekitar Rp. 16,5 triliun atau 50 persen dari anggaran.

“Namun anggaran itu harus dibagi. Sudah separuh yang digunakan untuk infrastruktur jalan. Sisanya dialokasikan untuk pembangunan drainase, program air bersih serta pembangunan infrastruktur pedesaan,” jelasnya.

Djoko mengakui, masih banyak permasalahan dalam kualitas serta manfaat dari infrastuktur yang telah dibangun. Sehingga ke depan diperlukan peningkatan kualitas dan proses perencanaan yang jelas.

“Secara kualitas, kita masih menemukan permasalahan dalam hal kualitas dan manfaat dari infrastruktur yang telah dibangun. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” tandasnya.(Prasetyabudhi)

Berita Terkait

  1. PKK Selaras Dengan Visi Gubernur Sejahterakan Masyarakat
  2. Tol Semarang-Solo Terancam Gagal
  3. Gubernur Jamin Tidak Akan Persulit Perijinan Bagi Investor
  4. Bandara A. Yani Segera di Pindahkan
  5. Gubernur:Kenaikan Harga Pupuk Tidak Lebih Dari 10 %




Get the Flash Player to hear this stream.


Headlines News