Semarang.-Ujian Nasional masih menjadi kontroversi ditengah masyarakat, ketika untuk pertama kalinya sejak diberlakukan pada tahun 2010 ini. Pemerintah tidak sekadar bisa menyelenggarakan ujian, namun juga menjadikannya alat indikator pemetaan kualitas pendidikan di masing – masing wilayah saat ini. Mengulang kembali keseriusan pemerintah memegang janjinya, Gubenur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, ketika ditemui usai melihat secara langsung pelaksanaan ujian nasional hari pertama di kota Semarang, sejak siang tadi mengaku untuk Ujian Nasional kali ini, berlangsung relatif lancar, tidak ada satupun indikasi kebocoran soal seperti yang sempat disebutkan terjadi di wilayah Brebes, Jawa Tengah. Dengan sudah ada sistem ujian nasional yang mengakomodir kepentingan siswa/ seperti adanya ujian ulangan, Bibit melihat tidak ada satu pun yang membuat Ujian Nasional kembali dipermasalahkan lagi. Pihaknya tidak ingin siapapun mulai dari siswa didik maupun guru yang harus merasa khawatir dan cemas menjalani UN. Karena begitu diketahui hasilnya, pihaknya sudah mempersiapkan strategi perbaikan mutu pendidikan termasuk yang selama ini diminta, yaitu perbaikan kualitas tenaga pendidik guru itu sendiri. Termasuk diantaranya perbaikan prasarana pendidikan di masing – masing sekolah.
Dari hasil pemantauan pelaksanaan ujian nasional tingkat menengah atas dan madrasah secara serentak di kota semarang relatif berlangsung sesuai prosedural. Untuk mata pelajaran hari pertama yang diujikan, yaitu mata pelajaran sosiologi, begitu keluar dari ruang kelas, siswa – siswi SMA Ksatrian 2 Semarang mengaku cukup optimis dapat menyelesaikan dengan baik. Dengan persiapan yang matang sejak berbulan – bulan, bahkan didukung klinik mata pelajaran khusus UN selama 2 minggu sebelumnya mereka berharap hasilnya tidak akan sia. ( Elizabet Edo )
