Hubungan AS-Israel Merenggang

Oleh : on 16th Maret 2010
Bookmark and Share

Hubungan Amerika Serikat dan Israel, yang biasanya rukun, kini tegang. Pasalnya, AS merasa terhina dengan sikap negara Yahudi itu yang mengumumkan pembangunan permukiman tepat saat Wapres Joe Biden berkunjung ke Jerusalem.
Ketegangan itu juga terjadi saat para diplomat berjuang keras untuk menyelamatkan perundingan damai baru yang diprakarsai AS dengan Palestina.

Seorang pejabat senior AS memprediksi periode sulit dalam dua hari sampai dua pekan mendatang lantaran pihak Palestina menuntut pembatalan rencana pembangunan permukiman baru Yahudi sedangkan koalisi PM Israel Benjamin Netanyahu,yang mencakup partai-partai propemukim, nekad  membangun permukiman baru. Hal itumengundang kritik keras dari Washington.

Menlu AS Hillary Clinton menyebut Israel  melakukan ‘’penghinaan’’ lantaran sikap negara Yahudi itu yang mengesahkan pembangunan 1.600 rumah baru di sebuah permukiman di wilayah Jerusalem, pekan lalu, tepat saat Wapres Biden berada di negara tersebut untuk mengupayakan negosiasi Israel-Palestina.
Signal Negatif Meski Hillary menekankan bahwa hubungan Washington dengan Israel ‘’kuat’’, Jumat lalu dia menelepon Netanyahu dan mengatakan PM Israel itu harus bertindak untuk memperbaiki hubungan dan menunjukkan komitmennya bagi sebuah aliansi yang penting bagi keamanan Israel di kawasan bergolak itu.

Dia bisa menerima  bahwa Netanyahu terkejut atas disahkannya pembangunan permukiman baru oleh kementerian dalam negeri yang dikendalikan partai Shas yang propemukim, Selasa lalu. Namun dia menyatakan PM Israel itu tetap bertanggung jawab.

Juru bicaranya menjelaskan Hillary mengatakan kepada dia bahwa hal itu merupakan signal negatif tentang pendekatan Israel terhadap hubungan bilateral.

Langkah itu juga merusak kepercayaan dan keyakinan dalam proses perdamaian.

Belum ada reaksi dari pihak Israel namun di Washington, Liga Antifitnah yang melobi untuk Israel dengan anggota parlemen AS, menyebut pernyataan Hillary itu reaksi yang berlebihan.

Obama tengah mengupayakan hubungan lebih baik antara AS dan dunia Arab, yang mendukung Palestina. Hal itu dilakukan saat dia meningkatkan aliansi di kawasan penghasil minyak untuk melawan Iran lantaran mengembangkan teknologi nuklir, dan terhadap musuh-musuh islamis seperti Al-Qaedah.

Para pembantu Presiden Palestina Mahmud Abbas menyatakan dia tengah menunggu untuk bertemu utusan Presiden Obama, George Mirchell, saat dia kembali ke kawasan itu dalam beberapa hari mendatang.

Mitchell dan Pemerintah Obama telah memanfaatkan tahun pertama kekuasaannya untuk mendesak Palestina mengakhiri boikotnya atas perundingan damai menyusul serangan Israel terhadap Hamas di Gaza pada Desember 2008.

Dan meski tidak senang dengan pembekuan permukiman sebagian selama 10 bulan pada November lalu, Abbas terus ditekan AS agar kembali ke meja perundingan.

Berita Terkait

  1. Israel Bangun 600 Rumah di Wilayah Palestina
  2. Tentara Israel Perlakukan Relawan Indonesia Dengan Kasar
  3. Presiden Brazil Berusaha Bawa Perdamaian di Timteng
  4. Israel Bombardir Jalur Gaza
  5. Angkatan Laut Israel menyerang kapal bantuan kemanusiaan, 19 Tewas




Get the Flash Player to hear this stream.


Headlines News