Kalau Anda termasuk orang yang suka iseng mengirim SMS Mesum, berhati-hatilah karena bisa diadukan dan diproses hukum. Seorang pria berinisial BA ditangkap dan diserahkan ke polisi oleh korbannya pelecehannya sendiri, seorang perempuan berinisial Y (35) yang sering menerima SMS bernada mesum.
Pelapor saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Kepolisian Wilayah Kota Besar Semarang di Semarang, Senin, menjelaskan, beberapa hari terakhir dirinya sering menerima SMS dari nomor seseorang yang tidak dikenalnya.
“Isi pesan singkat itu adalah mengajak saya bersetubuh dengan bahasa yang sangat vulgar dan tidak sopan,” kata korban yang beralamat di Jalan Tlogosari Kulon, Kelurahan Pedurungan Kidul, Semarang Timur.
Awalnya, korban yang sudah mempunyai suami dan dua anak ini menganggap pesan singkat tersebut merupakan perbuatan orang iseng sehingga diabaikannya.
Semakin lama pelaku tidak hanya mengirim pesan singkat mesum, melainkan juga menelepon korban tapi hanya diam saja dan tanpa mengenal waktu.
Korban yang merasa dilecehkan dan diteror akhirnya memberitahu suaminya dan sepakat menjebak pelaku dengan cara membuat janji bertemu di suatu tempat pada Senin (15/3) siang.
Saat berada di tempat yang sudah disepakati yakni di E-Plaza Semarang, korban datang sendirian, sedangkan suaminya juga sudah berada di tempat tersebut beberapa waktu sebelumnya.
Karena korban dan suaminya tidak mengenal pelaku, maka untuk mengetahuinya korban menelepon pengirim pesan singkat mesum yang kemudian diketahui bernama BA (34) agar suaminya dapat menangkapnya.
Tidak lama kemudian, korban mengetahui keberadaan Budi Arisandi di tempat tersebut dan langsung ditanyai serta ditangkap oleh suaminya.
Di hadapan korban, pelaku yang berprofesi sebagai penjual pakaian keliling mengelak dituduh melakukan pelecehan seksual dan mengatakan bahwa yang mengirimkan pesan singkat mesum tersebut adalah salah seorang temannya bernama Edy.
Mendengar hal tersebut, suami korban tidak bisa mengendalikan emosi serta sempat memukul beberapa kali wajah pelaku hingga menderita luka lebam dan kemudian dibawa ke Mapolwiltabes Semarang.
Untuk penyelidikan lebih lanjut, pelaku hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolwiltabes Semarang.
