Golkar, PDI-P, PKS Tetapkan Opsi C

Oleh : on 3rd Maret 2010
Bookmark and Share

Pada kesimpulan akhir sidang paripurna hak angket Fraksi Partai Golkar tegas memilih `opsi C` yang menyimpulkan adanya dugaan penyimpangan mulai dari tindakan merger, akuisisi, hingga `bail out` kepada Bank Century sebesar Rp6,7, hal ini diungkapkan Jubir Golkar Ibnu Munzir.

Sementara Puan Maharani dari PDI-P tidak terlalu lama memanfaatkan kesempatan yang mestinya lima menit sesuai kesepakatan untuk mempertegas kembali pilihannya, yaitu, telah terjadi pelanggaran terhadap berbagai ketentuan perundang-undangan, baik di tingkat kebijakan, maupun eksekusi kebijakan.

“Adanya indikasi pelanggaran peraturan perbankan, pidana umum, pencucian uang dan pidana korupsi. Karena itu, fraksi kami, demi penegakkan keadilan, memilih opsi C,” tegas Puan Maharani yang langsung mendapat sambutan hangat.

Seperti sudah diduga sebelumnya, Fraksi PKS juga mengambil langkah sama dengan FPG dan FPDI-P.

Saat mendapat giliran membacakan pendapat akhirnya, Eki Awal Muharom dari Fraksi PKS hanya memanfaatkannya kurang dari lima menit juga.

“Fraksi kami berkeyakinan, bahwa opsi C adalah relevan untuk perbaikan sektor keuangan perbankan dan penegakkan hukum di Republik Indonesia,” tandasnya, lalu kembali suasana riuh rendah memenuhi ruang sidang paripurna tersebut.

Sementara itu, ketika berbicara pada giliran pertama, FPD ternyata tetap pada sikap awalnya juga, yakni memilih berbeda dalam menyikapi kebijakan `bail out` uang negara Rp6,7 triliun kepada Bank Century.

Melalui jurubicaranya Achsanul Qosasy, fraksi terbesar di Parlemen ini hanya menyatakan, “meski (bail out) dibenarkan, ditemukan berbagai penyimpangan dan kesalahan dalam implementasinya.”

Karena itu, menurutnya, berbagai dugaan tindak pelangaran itu, perlu diberikan sanksi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Namun, jika keadaan itu dinilai terjadi karena tidak tepatnya aturan, dan kurang lengkapnya instrumen, maka segera dibuat aturan lebih baik,” katanya.

Pada akhirnya, “marilah kita sepakat, agar yang salah mari kita salahkan dan berikan sanksi, sedangkan yang benar kita katakan benar untuk kita berikan dukungan”.

Achsanul Qasasy juga menyatakan, dengan rendah hati, pihaknya mengajak segenap komponen bangsa, agar dapat menjalankan kehidupan demokrasi yang sehat dan rasional, menunjung tinggi tatakrama demokrasi secara baik serta benar. (Antara)

Berita Terkait

  1. Opsi A 212 Lawan Opsi C 325
  2. Partai Golkar Belum Menolak Sri Mulyani
  3. Harga Elpiji 3 Kg Naik, Rakyat Miskin Dapat Kupon
  4. Pemerintah Thailand tetapkan batas waktu untuk para Demonstran
  5. Capres Golkar




Get the Flash Player to hear this stream.


Headlines News