Penderita Gangguan Jiwa Bunuh Saudaranya

Oleh : on 27th Februari 2010
Bookmark and Share

Seorang penderita gangguan jiwa, Sunardi (29), warga Desa Jojo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat, membunuh saudaranya, Sugiyono (55), menggunakan pisau.

Kepala Desa Jojo, Sakuad Subur, di Kudus, Jumat, mengatakan, korban tewas sekitar pukul 09.30 WIB meskipun sempat dirawat di Rumah Sakit Mardirahayu Kudus.

Korban, katanya, mengalami sejumlah luka serius berupa tusukan pisau di tubuhnya.

Ia mengatakan, selama ini pelaku dikenal mengalami gangguan jiwa, sering mengamuk, dan membahayakan keselamatan warga setempat.

Ia menjelaskan, korban sedang membantu istrinya, Tutik (45), menggoreng makanan untuk dijual di warungnya.

“Tiba-tiba pelaku dari belakang mendekati korban dan menusukkan pisau di bagian punggung korban,” katanya.

Korban, katanya, tidak sempat memberikan perlawanan atau mengelak sedangkan istrinya berusaha menyelamatkan diri sambil berteriak-teriak meminta tolong tetangganya.

“Pelaku sempat berupaya melarikan diri tetapi berhasil ditangkap warga,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami luka serius di punggungnya sepanjang 5 sentimeter dan lebar 1 sentimeter dengan kedalaman sekitar 15 sentimeter.

“Sedangkan penyebab kematian, dari hasil pemeriksaan dokter itu karena jantung terkena tusukan pisau sepanjang 30 sentimeter tersebut,” katanya.

Adik kandung pelaku, Suratmin (25), menyatakan membenarkan bahwa kakaknya menderita gangguan jiwa.

“Kakak saya pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Semarang sebanyak tiga kali tetapi kambuh lagi,” katanya.

Selama menjalani perawatan untuk ketiga kalinya di RSJ, katanya, penyakit kakaknya mulai berkurang.

“Bahkan diperbolehkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan,” katanya.

Selama setahun terakhir setelah menjalani perawatan di RSJ, katanya, kakaknya jarang mengamuk.

“Tetapi belakangan sakitnya kambuh dan sering mengamuk,” katanya.

Ia mengatakan, tidak ada seorang pun yang mengetahui pelaku membawa pisau saat mendekati rumah korban.

“Biasanya, jika sakitnya kambuh, dia terlebih dahulu berteriak-teriak tanpa sebab,” katanya.

Kepala Polsek Mejobo, AKP Dwi Jati Usodo, menyatakan belum bisa memberikan keterangan menyangkut kasus itu.

Pelaku hingga saat ini masih ditahan di Markas Polsek Mejobo sedangkan jenazah korban dimakamkan di pemakaman umum desa setempat sekitar pukul 16.30 WIB.

Berita Terkait

  1. Gangguan Jiwa, Anak Bunuh Ayah
  2. 4 Tahun Simpan Pisau Di Wajah
  3. WNA Asal Australia Tewas Bunuh Diri
  4. Siswi SD Tewas Di Bunuh
  5. Pesantren Rehabilitasi Narkoba & Sakit Jiwa




Get the Flash Player to hear this stream.


Headlines News