Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan pimpinan parpol kaolisi di Cikeas, Senin (22/2) malam, gagal dilaksanakan.
Menurut Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum di Jakarta semalam, rencana awal memang pertemuan akan dilakukan malam ini. Tetapi beberapa partai koalisi mengusulkan ditunda dulu, agar lebih lengkap dan masing-masing partai terkonsolidasi.
Atas usulan penundaan tersebut, menurut Anas yang juga Ketua Fraksi PD di DPR RI, Presiden SBY juga setuju saja menunda pertemuan. Apalagi, menurut Anas, kemarin malam (Minggu malam (21/2), rencana pertemuan SBY dengan jajaran pimpinan PD ditunda, karena SBY tengah menunggui Ibundanya yang sedang dirawat di rumah sakit.
Oleh karena itu, Senin malam adalah kesempatan untuk pertemuan dengan PD untuk konsolidasi internal.
Dikatakan, pertemuan koalisi adalah wajar, biasa dan sudah semestinya dilakukan secara intensif. “Kalau partai koalisi tidak bertemu, justru ganjil dan aneh. Jadi, pertemuan partai koalisi bukan hanya halal, tetapi malah fardhu (wajib) untuk dilakukan,” ungkapnya.
Anas yang juga mantan Ketua Umum PB HMI berharap jangan sampai pertemuan koalisi malah dipersepsi sebagai hal yang haram dan terlarang. “Itu persepsi yang sama sekali keliru,” tegas Urbaningrum dihubungi di Jakarta semalam.
Diakui Anas, memang ada pemikiran dan permintaan dari partai koalisi untuk sesekali ada pertemuan dengan Presiden SBY.
Beberapa kali pertemuan partai koalisi sudah dilakukan. Bahkan pertemuan fraksi-fraksi koalisi rutin dilakukan. Ditegaskan, atas usulan pertemuan tersebut, tentu saja Presiden SBY setuju dan menyambut baik.
