SEMARANG – Peran serta gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sangat relevan untuk mendukung program kerja pemerintah.
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, peran nyata gerakan ibu-ibu yang tergabung PKK teruwujud dengan bantuannya mendukung tugas kerja perangkat pemerintahan di semua tingkatan.
“SKPD itu memiliki program kerja yang bersinggungan secara langsung ke masyarakat. Keberadaan PKK itu membantu menajamkan secara teknis program kerja itu di masyarakat,” jelasnya usai Rapat Koordinasi Dewan Penyantun Tim Penggerak PKK Provinsi Jateng TA 2010, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, kemarin.
Bibit menambahkan, peran serta PKK pun sangat relevan dan selaras dengan program “Bali Ndeso Mbangun Deso”, yakni mewujudkan kesejahteraan masyarakat di segala bidang.
PKK juga bertujuan untuk memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin menuju terwujudnya keluarga yang berbudaya, bahagia, sejahtera, maju, madiri, hidup dalam suasana harmonis yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yan Maha Esa.
Ia mencontohkan, di bidang kesehatan, peran PKK diwujudkan dengan pengelolaan poliklinik desa, operasi jentik nyamuk di tiap rumah, serta implementasi 10 program kerja riil lainnya.
“Itu merupakan bentuk nyata sumbangsih peran yang diberikan oleh PKK,” jelasnya.
Bibit mengatakan, untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemprov Jateng pada tahun 2010 mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 18,1 miliar. Jumlah itu mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp. 18,7 miliar.
“Penurunan terjadi karena Pemprov Jateng harus menghemat anggaran. Sebab, Pemprov Jateng memiliki tanggung jawab menyisihkan anggaran Pemilihan Gubernur 2013 sebesar Rp. 500 miliar,” jelasnya.
Meski terjadi penurunan, Bibit berharap hal itu tidak berpengaruh terhadap sasaran program yang sudah dicanangkan. Menurutnya, program kerja yang belum mendesak dan bisa ditunda, sebaiknya ditunda.
“Namun, hal itu diharapkan tidak menggangu sasaran. Sehingga perlu ada sinkronisasi ulang untuk menyesuaikan dengan tujuan semula,” jelasnya. (Prasetyabudi)
