*Juli Dipastikan Selesai
Proses pembangunan jalan tol Semarang-Solo Tahap I Semarang-Bawen masih terkendala dengan masalah pembebasan lahan seluas 2,07 ha. Meski demikian, proses pengerjaan konstruksi terus berjalan.
Direktur PT Trans Marga Jateng, Agus Suharyanto usai rapat kerja dengan Komisi D DPRD Jateng, mengatakan, meski ada kendala pembebasan lahan, pihaknya tetap melaksanakan proses konstruksi.
“Dari kebutuhan lahan seluas 110,6 ha, ada yang belum bisa untuk konstruksi, yakni seluas 2,07 ha. Karena belum ada kesepakatan dengan pemilik lahan soal ganti untung,” ujarnya, kemarin.
Terhadap hal tersebut, Agus mengatakan, akan diselesaikan secara konsinyasi. Pemilik tanah yang tidak bersedia dapat mengambil uang ganti untung yang telah dititipkan lewat pengadilan.
Ia mengakui, persoalan pembebasan lahan ini menjadi penghambat utama pembebasan lahan. Apalagi tanah yang dibebaskan melalui konsinyasi masih dikuasai warga dan warga melaporkan pidana atas pengosongan lahan yang telah dilaksanakan tim pembebasan lahan.
“Kita tetap jalan sesuai rencana. Prinsipnya, kita sudah titipkan uang konsinyasi untuk ganti untung,” tambahnya.
Untuk mengejar tenggat waktu yang dicanangkan Gubenur Jateng Bibit Waluyo agar Tahap I sudah bisa dioperasikan pada Agustus mendatang, ia mengatakan, pihaknya terus mengebut pengerjaannya.
Dari tiga seksi, sudah ada perkembangan di tiap seksinya. Seksi 1 Tembalang-Gedawang (3,525 km) saat ini pengerjaannya sudah 48 %. Seksi 2 Gedawang-Penggaron (4,950 km) sudah mencapai 56 % dan Seksi 3 (Penggaron-Beji (5,625 km) pengerjaannya sudah mencapai 14,5 %.
Ia merinci, kebutuhan lahan Semarang-Solo seluas 695 ha, terdiri dari Semarang-Bawen 249, 43 ha dan Bawen-Solo seluas 445, 57 ha. Kebutuhan lahan Semarang-Ungaran seluas 100,60 ha atau sekitar 1261 bidang melewati 12 kelurahan.
“Sudah bisa konstruksi 108,06 ha atau seluas 1213 bidang. Saat ini masih belum bisa untuk konstruksi seluas 2,54 ha (2,29%) atau 48 bidang (10 bidang di Kalirejo, 4 bidang di Susukan dan 34 bdiang di Leyangan),” jelasnya.
Sementara untuk Ungaran-Bawen, jelas Agus, membutuhkan lahan seluas 138,83 ha atau sekitar 1450 bidang melewati 10 kelurahan. Sudah dibebaskan 20,29 ha (14,61%) terdiri dari 281 bdiang. Dalam proses pembebasan lahan sebanyak 1169 bidang atau 118,54 ha.
“Kita optimis Juli bisa selesai. Sehingga Agustus sudah bisa dioperasikan sesuai intruksi Gubernur Jawa Tengah,” katanya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Sasmito meragukan pengerjaan Tahap I dapat selesai pada bulan Juli mendatang. Sebab, tingginya curah hujan dipastikan menghambat proses pengerjaannya.
“Kecuali jika cuacanya mendukung. Ini kan hujan terus menerus mengguyur. Ini yang menjadi kendala,” jelasnya.
Sasmito mengakui, persoalan pembebasan lahan yang dikonsinyasi juga belum menemui kesepakatan.
“Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, khusunya di Seksi 3,” paparnya.
Ia menambahkan, agar lebih sempurna, pengerjaan tol harus disesuaikan dengan perkembangan daerah yang diallui jalur tol tersebut.
Ia mencontohkan, di Semolorejo dan Kaliwaru, untuk terowongan dengan lebar 4 meter, semestinya dibuat dua terowongan..
“Jika satu terowongan, maka desa sebelahnya tidak akan berkembang,” katanya. (Prasetyabudhi)
