SEMARANG – Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi kelompok tani dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan memberikan kemudahan akses pembiyaan untuk modal kerja dari Bank. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar didampingi Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurti, mengatakan, kemudahan pemberian modal itu dilakukan dengan memberlakukan Sistem Resi Gudang (SRG) sebagaimana diatur dalam UU No.9/2006.
“Selama ini para petani dan UKM mengalami kesulitan modal. Dengan adanya sistem resi gudang, mereka memiliki aset untuk dijadikan sebagai agunan saat mengajukan pinjaman uang di bank,” tuturnya usai meresmikan gudang komoditi primer dengan sistem resi gudang di Desa Mulyorejo, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu siang (03/02).
Menurutnya, dengan SRG, para petani dan UKM tidak perlu menambah agunan lagi untuk memperoleh pinjaman. Sehingga mereka tidak akan kesulitan untuk memperoleh modal kerja dan kebutuhan pembiayaan.
“Komoditi yang dimiliki pelaku usaha yang tersimpan di gudang untuk diterbitkan resi gudang dapat dijadikan agunan sepenuhnya,” katanya.
Mahendra menambahkan, melalui SRG para petani dapat menentukan harga terbaik dengan menunda penjualan pada saat musim panen raya dimana harga komoditas cenderung rendah. Ia menerangkan, melalui dana stimulus fiskal tahun anggaran 2009 pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Daerah telah membangun 41 gudang komoditi primer yang terdiri dari 35 gudang flat dan enam gudang silo di sejumlah daerah sentra produksi.
“Pembangunan gudang yang tersebar di 34 kabupaten pada sepuluh provinsi di Indonesia tersebut sesuai dengan standar nasional Indonesia untuk gudang komoditi pertanian yang mempunyai nilai total sekitar Rp120 miliar,” ujarnya.
Menurut Mahendra, dengan dibangunnya gudang-gudang untuk sistem resi gudang beserta terbentuknya kelembagaannya menandakan bahwa pemanfaatan implementasi sistem resi gudang di Indonesia mulai berjalan.
“Kelembagaan sistem resi gudang tersebut terdiri dari pusat registrasi, pengelola gudang, dan lembaga penilaian kesesuaian serta lembaga pembiayaan (perbankan),” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dalam sambutan yang dibacakan Sekda Provinsi Jateng Hadi Prabowo mengatakan, diberlakukannya sistem resi gudang diharapkan memudahkan para petani untuk memproleh kredit permodalan usaha.
“Saya sangat mendukung program sistem resi gudang ini. Apalagi, program ini sejalan dengan program Bali Ndeso Mbangun Deso yang menjadi program kerja kepemimpinan saya,” tandasnya.(Prasetyabudhi)
