Setiap pagi kita perlu melakukan kontemplasi atau perenungan. Dua hal yang harus ada dalam perenungan itu; bersyukur atas nikmat yang telah diterima hari kemarin dan hal terbaik apa yang akan kita lakukan hari ini. Untuk memudahkan Anda saya akan memberikan contoh kontemplasi saya hari ini. Saya berlindung kepada Allah untuk terhindar dari rasa sombong dan riya (keinginan untuk dipuji), tulisan ini semata-mata agar saya semakin dicintai penduduk langit dan memberi manfaat kepada penduduk bumi.
Syukurku…
Kemarin saya memberikan seminar di Pertamina Plaju, bertemu dengan dua peserta Training fo Trainer saya di Bogor, pak Ari dan Ibu Kustinah. Pak Ari salah satu manajer yang bertanggungjawab terhadap penghematan di Pertamina Plaju, dengan berbagai terobosan yang ia lakukan selama kurun waktu enam bulan telah terjadi penghematan 49.6 juta U$. Fantastik.
Saya semakin senang karena buku saya menjadi door prize dalam acara tersebut. Dan yang membuat saya semakin senang setelah acara usai panitia berkumpul dan berbagi ilmu tentang apa yang telah diterima dalam seminar tersebut untuk kemudian diperkaya dan diimplementasikan di tempat mereka bekerja. Suatu model pembelajaran yang hebat.
Setelah makan siang bersama kami rombongan pulang dengan dibekali empek-empek Palembang. Sayapun sempat mencicipi es kacang merah Vico, nikmat luas biasa. Di bandara saya berjumpa dengan saudara saya kak Hasan bersama rombongan ibu-ibu direksi Pertamina. Saya juga bertemu dengan penggemar saya. Wah senang mendengar mereka bercerita tentang kehidupan yang semakin bergairah untuk di jalani.
Dari bandara saya mampir dulu ketemu mas Andi guru vokal saya. Selama satu jam lebih saya berlatih vokal. Mas Andi tertawa mendengar saya bernyanyi (mungkin tidak enak untuk di dengar, he…he…he…, makanya saya belajar khan?). Kerinduan dengan keluarga sudah membuncah terutama dengan mbak Dhira anak pertama saya yang kuliah di Bandung, sedang berlibur pulang ke rumah. Walau lapar saya meminta driver saya melaju kencang ke rumah ingin segera bertemu mereka.
Jadilah malam tadi malam yang indah, makan empek-empek, diskusi tentang kehidupan, dan orang-orang yang cerdas mengatur strategi perang dalam film red cliff. Tak terasa, jam menunjukkan hampir pukul 02.00 wib ketika kami mengakhiri diskusi.
Rencanaku…
Berpuasa sunah Arafah yang menambah kangen ingin kembali ke tanah suci. Sebelum meninggalkan rumah saya harus sujud (sholat dhuha) kepada Sang Maha Pemurah yang menguasai jagad raya ini. Mengantar Dhira ke sekolahnya dulu (SoU, School of Universe) bertemu teman-teman dan para gurunya yang begitu dekat hingga kini. Saya akan melanjutkan menulis buku bersama mas Farid dan mas Indra di kantor Kubik.
Di perjalanan saya akan menelpon rekanan atau mitra bisnis saya, siapa tahu akhir tahun ini devidennya meningkat dibanding tahun lalu (he…he…boleh dong berharap). Selain itu, saya berharap perencanaan bisnis tahun depan juga sudah mulai disusun. Saya juga akan kirim sms kepada teman-teman saya yang akan Wukuf di Arafah, mendoakan mereka dan juga meminta nama saya dan orang-orang yang saya cintai disebut dalam doanya. Saya juga akan meminta kepada mbak Kitty untuk menyiapkan hasil riset dan kajian yang mendukung materi saya hari ini di Life Excellent SindoRadio Network pukul 17.00-18.00.
Dalam perjalanan pulang dari SindoRadio saya akan menelpon istri dan anak saya. Tentu yang tak kalah penting saya akan telepon orang tua saya, melepas rindu, memohon doa dan juga memohon maaf karena tidak bisa pulang saat Idul Adha. Akhirnya saya berharap sesampainya di rumah bisa ngobrol panjang lagi dengan keluarga, tapi yang kali ini cukup sampai jam 22.00 saja.
Salam SuksesMulia, Jamil Azzaini